Monday, July 21, 2025

RESENSI BUKU The Principles of Power

 

📘 RESENSI BUKU

Judul: The Principles of Power: Rahasia Memanipulasi Orang Lain di Segala Situasi
Penulis: Dion Yulianto (pen name dari Diyan Yulianto) 
Penerbit: Jendela Penerbit
Tahun Terbit: 2023 
ISBN: 978‑6238847426 
Jumlah Halaman: ±194 halaman 

🔍 Ringkasan Isi

Buku ini berisi 33 strategi memengaruhi orang lain dalam berbagai situasi, dengan pendekatan yang lugas, praktis, dan mudah diaplikasikan. Dion Yulianto menyajikan taktik yang menggabungkan hukum kekuasaan klasik dengan contoh aktual. Tujuannya bukan hanya untuk “mengakali” orang lain, tetapi lebih kepada memahami dinamika interpersonal agar kerap dituai rasa hormat dan posisi yang kuat dalam relasi sosial maupun profesional 


✅ KELEBIHAN BUKU

  1. Bahasa Ringan dan Mudah Dipahami
    Cocok untuk pembaca awam, tanpa istilah akademis berat; bacaan relatif ringan.

  2. Praktis dan Aplikatif
    Strategi disampaikan dengan ilustrasi dan kasus nyata, membuat ide lebih mudah diterapkan di kehidupan sehari-hari 

  3. Terstruktur Ringkas — Tidak Bertele-tele
    Isi buku tersaji dalam poin-poin yang jelas dan langsung ke inti, ideal untuk pembaca yang ingin cepat memahami gagasan utama 

  4. Membangun Kesadaran Kekuatan Sosial
    Bagi pembaca yang merasa selama ini direndahkan atau dimanipulasi, buku ini menawarkan pemahaman tentang bagaimana “berdiri” dan “mengambil posisi” dalam hubungan sosial 


❌ KEKURANGAN BUKU

  1. Kurang Kedalaman Konseptual
    Tidak ada analisis mendalam tentang teori kekuasaan; isi lebih bersifat “tips praktis” daripada kajian filosofis atau historis yang komprehensif 

  2. Kadang Terlihat “Manipulatif”
    Bahasan tentang manipulasi bisa terasa kontroversial bagi sebagian pembaca. Meski ditujukan untuk meningkatkan kewaspadaan, beberapa poin bisa ditangkap sebagai ajakan untuk mengambil kekuasaan dengan cara yang tidak etis 

  3. Tidak Untuk Semua Kalangan
    Pendekatan kuat terhadap aspek dominasi dan pengaruh kadang membuat buku ini terasa tidak cocok untuk pembaca yang menghargai pendekatan etis atau humanis dalam kepemimpinan.


🧩 Kesimpulan

The Principles of Power adalah panduan ringkas, praktis, dan terstruktur untuk memahami dinamika kekuasaan dan pengaruh di dalam kehidupan sehari-hari. Cocok untuk:

  • Kamu yang ingin meningkatkan kekuatan interpersonal secara efektif.

  • Individu yang ingin lebih tegas dan percaya diri dalam relasi sosial.

  • Pembaca awam yang mencari strategi langsung tanpa teori panjang.

Namun, bagi yang mendambakan ulasan mendalam atau kerangka filosofis, buku ini mungkin terasa kurang memuaskan. Ini bukan buku teoretis, melainkan toolkit praktis untuk memahami dan memainkan permainan kekuasaan dengan elegan (atau setidaknya waspada).

RESENSI BUKU THE ART OF STOICISM

 Judul: The Art of Stoicism

Penulis: Tri Thong Dang

Genre: Filsafat, Pengembangan Diri

Jumlah Halaman: Sekitar 150 halaman (tergantung edisi)

Bahasa: Inggris (tersedia terjemahan Indonesia)

Ringkasan Isi:

The Art of Stoicism membahas filsafat Stoikisme—sebuah ajaran kuno yang berasal dari Yunani dan Romawi—dengan pendekatan yang praktis dan mudah dipahami untuk pembaca modern. Stoikisme mengajarkan kita untuk hidup dengan kebajikan, menerima hal-hal di luar kendali kita, dan menemukan ketenangan batin melalui pengendalian diri dan logika.

Buku ini tidak hanya mengutip tokoh-tokoh Stoik ternama seperti Marcus Aurelius, Seneca, dan Epictetus, tetapi juga menerapkan prinsip-prinsip mereka ke dalam kehidupan sehari-hari:

  • Bagaimana merespons emosi negatif

  • Cara menghadapi penderitaan dan kegagalan

  • Bagaimana tetap tenang di tengah kekacauan dunia modern


✅ KELEBIHAN BUKU

  1. Bahasa yang Sederhana dan Mudah Dipahami
    Cocok untuk pemula yang baru mengenal filsafat, khususnya Stoikisme. Tidak terlalu akademis atau berat.

  2. Aplikatif dan Relevan
    Penulis menyajikan prinsip-prinsip Stoik dengan contoh kehidupan nyata, seperti manajemen stres, kesabaran, dan ketenangan menghadapi tekanan hidup.

  3. Singkat dan Padat
    Buku ini tidak bertele-tele, membuatnya mudah dibaca dalam sekali duduk. Sangat cocok untuk pembaca sibuk.

  4. Memotivasi dan Menenangkan
    Banyak pembaca menganggap buku ini sebagai pengingat untuk hidup lebih tenang, bijaksana, dan tidak reaktif terhadap emosi.


❌ KEKURANGAN BUKU

  1. Kurang Mendalam secara Filsafat
    Bagi pembaca yang mencari eksplorasi akademis dan historis Stoikisme, buku ini mungkin terasa dangkal atau terlalu "pop".

  2. Kurang Sumber Kutipan Asli
    Meski menyebut tokoh Stoik, buku ini jarang menyertakan kutipan langsung atau analisis teks klasik seperti Meditations atau Letters from a Stoic.

  3. Beberapa Gagasan Terlalu Disederhanakan
    Dalam upaya membuat Stoikisme praktis, kadang-kadang prinsip filsafatnya terasa seperti “tips cepat” atau terlalu pragmatis tanpa refleksi yang dalam.


📚 KESIMPULAN

The Art of Stoicism adalah buku pengantar Stoikisme yang ringan, praktis, dan menyentuh aspek kehidupan sehari-hari. Cocok untuk kamu yang ingin memahami cara hidup yang lebih tenang, rasional, dan tidak dikendalikan oleh emosi. Namun, bagi pencinta filsafat klasik atau akademik, mungkin perlu mencari buku tambahan yang lebih komprehensif.

Sunday, March 30, 2025

RESENSI BUKU Think and Grow Rich karya Napoleon Hill

 Berikut adalah identitas buku Think and Grow Rich karya Napoleon Hill:

  • Judul: Think and Grow Rich

  • Pengarang: Napoleon Hill

  • Penerbit: The Ralston Society (terbit pertama kali pada 1937)

  • Tahun Terbit: 1937 (edisi terbaru diterbitkan berkali-kali)

  • Jumlah Halaman: 238 halaman (tergantung edisi)

  • Genre: Pengembangan Diri, Motivasi, Bisnis

  • ISBN: 978-0449938344

Think and Grow Rich adalah buku klasik yang ditulis oleh Napoleon Hill, seorang penulis dan konsultan pengembangan diri, yang dianggap sebagai salah satu karya paling berpengaruh dalam literatur tentang kesuksesan dan motivasi. Buku ini berfokus pada prinsip-prinsip yang perlu diterapkan untuk mencapai kesuksesan finansial dan pribadi. Berdasarkan penelitian Hill terhadap lebih dari 500 individu sukses pada awal abad ke-20, seperti Andrew Carnegie dan Henry Ford, buku ini mengidentifikasi berbagai kebiasaan, pola pikir, dan langkah-langkah yang membawa mereka menuju kesuksesan.

Buku ini memperkenalkan konsep seperti berpikir positif, keinginan yang kuat, rencana tindakan yang jelas, dan kerjasama dengan orang lain untuk mencapai tujuan besar. Hill mengajarkan pembaca untuk mengembangkan pola pikir yang tepat dan keyakinan bahwa kesuksesan bisa dicapai oleh siapa saja yang bersedia untuk belajar dan bekerja keras.


Kelebihan:

  1. Prinsip-Prinsip yang Terbukti Berhasil: Buku ini didasarkan pada riset mendalam terhadap individu-individu yang sangat sukses. Prinsip-prinsip yang diajarkan dalam buku ini, seperti pentingnya berpikir positif, memiliki tujuan yang jelas, dan mengambil tindakan yang terencana, telah terbukti membantu banyak orang mencapai kesuksesan.

  2. Menginspirasi dan Memotivasi Pembaca: Salah satu kekuatan terbesar buku ini adalah kemampuannya untuk menginspirasi pembaca. Hill berhasil mengajak pembaca untuk percaya bahwa mereka dapat mencapai tujuan besar dalam hidup mereka jika memiliki tekad dan pola pikir yang tepat.

  3. Mudah Dipahami dan Diterapkan: Walaupun topik yang dibahas terkait dengan kesuksesan dan finansial, buku ini ditulis dengan cara yang sangat praktis dan mudah dipahami. Setiap bab menawarkan konsep yang jelas dan langkah-langkah yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan pribadi dan profesional.

  4. Penyampaian yang Jelas dan Sistematis: Hill menyusun buku ini dengan cara yang terstruktur dengan baik. Dia memecah prinsip-prinsip kesuksesan dalam bentuk yang sederhana dan mudah dicerna, membuat pembaca bisa mengikuti dan memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk meraih kesuksesan.

  5. Meningkatkan Kepercayaan Diri: Buku ini mendorong pembaca untuk memiliki keyakinan pada diri sendiri dan kemampuan mereka. Ini membantu membangun rasa percaya diri yang penting untuk mengambil tindakan berani dan menghadapi tantangan dalam hidup.


Kekurangan:

  1. Buku yang Cenderung Terlalu Optimis: Beberapa pembaca mungkin merasa bahwa buku ini terlalu optimis dan tidak mempertimbangkan tantangan nyata yang ada dalam mencapai kesuksesan. Fokus pada berpikir positif terkadang bisa terkesan mengabaikan kenyataan bahwa keberhasilan juga membutuhkan faktor-faktor eksternal dan tidak selalu bisa dicapai hanya dengan pola pikir yang tepat.

  2. Pengulangan Konsep yang Sama: Buku ini berulang kali menekankan konsep-konsep serupa tentang kekuatan pikiran dan pentingnya aksi. Bagi sebagian pembaca, pengulangan ini bisa terasa monoton dan tidak menawarkan ide-ide baru di setiap babnya.

  3. Tidak Terlalu Detail dalam Aplikasi Praktis: Walaupun buku ini menyarankan berbagai prinsip untuk kesuksesan, beberapa pembaca mungkin merasa bahwa buku ini kurang memberikan petunjuk praktis atau teknis untuk mengimplementasikan konsep-konsep tersebut secara lebih konkret dalam kehidupan sehari-hari.

  4. Fokus pada Kesuksesan Finansial: Meskipun prinsip-prinsip yang diajarkan dalam buku ini bisa diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, fokus utama buku ini adalah pada kesuksesan finansial. Pembaca yang mencari panduan lebih umum untuk kehidupan pribadi atau hubungan mungkin merasa kurang terlayani oleh buku ini.


Secara keseluruhan, Think and Grow Rich adalah salah satu buku motivasi dan pengembangan diri yang paling berpengaruh sepanjang sejarah. Dengan prinsip-prinsip yang didasarkan pada penelitian terhadap orang-orang sukses, buku ini memberikan peta jalan menuju pencapaian pribadi dan finansial. Meskipun ada beberapa kekurangan, seperti pengulangan konsep dan terkadang terlalu optimis, buku ini tetap menjadi bacaan yang sangat berharga bagi siapa saja yang ingin mencapai kesuksesan dalam hidup dan berusaha untuk mencapai tujuan besar mereka.

RESENSI BUKU Thinking, Fast and Slow karya Daniel Kahneman

 Berikut adalah identitas buku Thinking, Fast and Slow karya Daniel Kahneman:

  • Judul: Thinking, Fast and Slow

  • Pengarang: Daniel Kahneman

  • Penerbit: Farrar, Straus and Giroux

  • Tahun Terbit: 2011

  • Jumlah Halaman: 499 halaman

  • Genre: Psikologi, Non-Fiksi, Pengembangan Diri

  • ISBN: 978-0374275631

Thinking, Fast and Slow adalah buku karya Daniel Kahneman, seorang psikolog pemenang Nobel dalam Ekonomi, yang menjelaskan dua cara berpikir manusia yang mendasar: Sistem 1 dan Sistem 2. Sistem 1 bekerja cepat, otomatis, dan tanpa usaha besar, sementara Sistem 2 lebih lambat, membutuhkan usaha lebih, dan lebih rasional. Kahneman memaparkan bagaimana kedua sistem ini memengaruhi pengambilan keputusan kita, baik dalam situasi sehari-hari maupun dalam konteks yang lebih kompleks.

Buku ini mengungkapkan bagaimana otak kita sering kali membuat kesalahan sistematis dalam pengambilan keputusan dan bagaimana bias-bias kognitif bisa memengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari ekonomi hingga interaksi sosial. Dengan memadukan hasil riset psikologi kognitif, eksperimen, dan contoh kehidupan nyata, Kahneman memberikan wawasan mendalam tentang cara manusia berpikir dan membuat keputusan.


Kelebihan:

  1. Wawasan Psikologi yang Mendalam: Buku ini menawarkan wawasan yang luar biasa tentang cara kerja pikiran manusia, menggali dua sistem berpikir yang berbeda dan bagaimana keduanya memengaruhi keputusan yang kita buat. Konsep-konsep yang dijelaskan dengan jelas dan banyak didukung oleh riset ilmiah yang solid.

  2. Penyampaian yang Terstruktur dengan Baik: Kahneman mampu menyampaikan ide yang kompleks dalam cara yang terstruktur dan mudah dipahami. Pembaca diberikan penjelasan yang jelas mengenai bagaimana bias-bias kognitif dan kesalahan berpikir dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

  3. Dampak pada Pengambilan Keputusan: Buku ini sangat relevan bagi siapa saja yang tertarik pada pengambilan keputusan, baik di level pribadi maupun profesional. Pembaca dapat belajar bagaimana mengidentifikasi bias yang ada dalam pola pikir mereka sendiri dan berusaha untuk membuat keputusan yang lebih rasional.

  4. Relevansi Luas: Meskipun buku ini memiliki basis ilmiah yang kuat, Kahneman berhasil membuatnya relevan untuk banyak bidang, mulai dari ekonomi, manajemen, hingga kehidupan pribadi. Buku ini cocok untuk pembaca dari berbagai latar belakang, baik yang baru mengenal psikologi maupun yang sudah berpengalaman dalam bidang ini.

  5. Memotivasi Pembaca untuk Berpikir Lebih Kritis: Buku ini mengajak pembaca untuk lebih kritis terhadap cara mereka membuat keputusan dan mendorong mereka untuk lebih sadar akan pengaruh bias kognitif dalam pola pikir mereka sehari-hari.


Kekurangan:

  1. Terlalu Teknis untuk Beberapa Pembaca: Buku ini memang ditulis dengan bahasa yang cukup teknis dan ilmiah, yang bisa jadi membingungkan bagi pembaca yang tidak memiliki latar belakang psikologi atau yang kurang terbiasa dengan topik ini. Beberapa bagian mungkin terasa berat dan penuh dengan terminologi akademik.

  2. Kurang Fokus pada Solusi Praktis: Meskipun Thinking, Fast and Slow memberikan wawasan mendalam tentang cara berpikir dan bias kognitif, buku ini kurang memberikan solusi praktis yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pembaca yang menginginkan tips langsung atau panduan praktis untuk meningkatkan pengambilan keputusan mereka mungkin merasa buku ini tidak cukup memberikan itu.

  3. Alur yang Cenderung Lambat: Buku ini lebih berfokus pada penjelasan teori dan eksperimen yang dilakukan, yang terkadang bisa membuat alur buku terasa lambat dan berulang. Pembaca yang menginginkan cerita atau narasi yang lebih menarik dan dinamis mungkin merasa bahwa buku ini agak kering.

  4. Banyak Pengulangan: Beberapa konsep dan ide dalam buku ini terasa terulang-ulang, yang bisa jadi mengurangi daya tarik bagi pembaca yang sudah paham dengan konsep-konsep dasar yang dibahas. Pengulangan ini mungkin terasa berlebihan bagi mereka yang sudah terbiasa dengan pembahasan psikologi kognitif.


Secara keseluruhan, Thinking, Fast and Slow adalah sebuah karya monumental yang memberikan pemahaman mendalam tentang cara berpikir manusia. Dengan penjelasan yang sangat terperinci tentang bagaimana kedua sistem berpikir kita bekerja, buku ini sangat berharga bagi siapa saja yang tertarik dengan psikologi kognitif, pengambilan keputusan, atau pemikiran kritis. Meskipun ada beberapa kekurangan, terutama terkait dengan teknisnya penyampaian dan fokus pada solusi praktis, buku ini tetap menjadi bacaan yang sangat berharga dan memperkaya wawasan bagi para pembaca yang ingin lebih memahami bagaimana otak kita bekerja dalam proses berpikir dan membuat keputusan.

RESENSI BUKU Teruslah Bodoh Jangan Pintar oleh Tere Liye

 Berikut adalah identitas buku Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye:

  • Judul: Teruslah Bodoh Jangan Pintar

  • Pengarang: Tere Liye

  • Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

  • Tahun Terbit: 2016

  • Jumlah Halaman: 248 halaman

  • Genre: Fiksi, Motivasi, Pengembangan Diri

  • ISBN: 978-602-03-0196-1

Teruslah Bodoh Jangan Pintar adalah sebuah buku yang ditulis oleh Tere Liye yang menyajikan pandangan hidup yang unik dan penuh dengan filosofi sederhana, namun mendalam. Dalam buku ini, Tere Liye mengajak pembaca untuk tidak terjebak dalam konsep-konsep “kecerdasan” yang diukur secara sempit oleh masyarakat, seperti akademik atau pencapaian yang terukur, tetapi untuk lebih mendalami pemahaman tentang kebahagiaan, kebermaknaan hidup, dan arti sejati dari kebodohan yang mungkin lebih bermanfaat dalam kehidupan.

Buku ini bukan hanya sekadar kritik terhadap pandangan hidup materialistis dan terlalu mengedepankan logika sempit, tetapi juga menawarkan kebijaksanaan hidup yang lebih berfokus pada ketulusan, kesederhanaan, dan rasa syukur. Dengan gaya penulisan yang ringan namun penuh makna, Tere Liye mengajak pembaca untuk terus belajar, tetapi dengan cara yang lebih bijak dan lebih mendalam.


Kelebihan:

  1. Bahasa yang Sederhana dan Mudah Dipahami: Buku ini ditulis dengan bahasa yang mudah dicerna, tidak berat, dan penuh dengan contoh kehidupan sehari-hari yang bisa dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan. Tere Liye mampu menyampaikan pesan hidup yang dalam dengan cara yang tidak membosankan.

  2. Pesan Motivasi yang Menginspirasi: Salah satu kekuatan utama buku ini adalah pesan-pesan motivasional yang disampaikan secara halus, menginspirasi pembaca untuk tidak terlalu terikat pada ukuran “kepintaran” yang dangkal, tetapi untuk mencari makna dan kebahagiaan yang lebih hakiki dalam hidup.

  3. Pendekatan Filosofis yang Mendalam: Buku ini bukan hanya berbicara tentang kehidupan secara umum, tetapi mengajak pembaca untuk merenung lebih dalam mengenai nilai-nilai hidup yang lebih esensial. Konsep "teruslah bodoh" yang dimaksud Tere Liye bukan berarti tidak belajar, tetapi lebih pada kesediaan untuk terbuka dan selalu belajar dari pengalaman.

  4. Relatable dan Mengena di Hati: Buku ini mampu menyentuh banyak orang karena masalah yang diangkat sangat relevan dengan kehidupan banyak orang. Dari cara pandang terhadap pendidikan, karier, hingga pencarian kebahagiaan, Tere Liye berhasil menyentuh hati pembaca dengan pengalaman-pengalaman yang terasa nyata.

  5. Penuh dengan Humor dan Kehangatan: Meskipun mengangkat tema-tema berat seperti pencarian makna hidup, buku ini tetap bisa memberikan humor dan kehangatan dalam setiap halaman. Gaya penulisan Tere Liye yang khas, ringan dan cerdas, membuat pembaca merasa nyaman sambil merenung.


Kekurangan:

  1. Terlalu Filosofis bagi Beberapa Pembaca: Bagi pembaca yang lebih menyukai cerita dengan alur yang jelas dan konkret, buku ini mungkin terasa terlalu abstrak dan filosofis. Tere Liye lebih banyak mengajak pembaca untuk berpikir daripada memberikan petunjuk praktis yang langsung bisa diterapkan.

  2. Buku yang Kurang Terstruktur Secara Naratif: Buku ini lebih mengarah pada pemikiran dan refleksi pribadi, yang terkadang membuat alur cerita tidak terlalu jelas atau terstruktur dengan baik. Beberapa pembaca mungkin menginginkan struktur yang lebih rapi atau pengembangan cerita yang lebih terorganisir.

  3. Pesan yang Dapat Terlalu Sederhana untuk Beberapa Orang: Meskipun banyak yang bisa mengambil pelajaran dari buku ini, beberapa pembaca yang sudah terbiasa dengan buku-buku motivasi yang lebih mendalam atau kompleks mungkin merasa bahwa pesan yang disampaikan terlalu sederhana dan tidak memberikan banyak wawasan baru.

  4. Fokus Terlalu Banyak pada Pencarian Kebahagiaan: Terkadang, buku ini lebih menekankan pada pencarian kebahagiaan dan pemahaman hidup yang lebih baik tanpa menggali secara mendalam tentang tantangan atau kesulitan yang lebih spesifik dalam kehidupan nyata. Pembaca yang mencari solusi lebih praktis untuk masalah hidup yang lebih kompleks mungkin merasa kurang puas.


Secara keseluruhan, Teruslah Bodoh Jangan Pintar adalah buku yang memberikan perspektif segar tentang bagaimana seharusnya kita memandang kebahagiaan, pencapaian, dan kebijaksanaan hidup. Dengan gaya penulisan yang ringan namun mengena, Tere Liye mengajak pembaca untuk lebih merenung dan membuka diri terhadap pembelajaran hidup yang lebih dalam, tidak terjebak pada pengukuran kecerdasan sempit yang sering kali diukur oleh standar-standar sosial. Buku ini cocok untuk mereka yang ingin merenungkan hidup dengan cara yang lebih sederhana dan lebih bahagia, meskipun ada beberapa kekurangan dalam hal struktur dan pesan yang terlalu umum.

RESENSI BUKU Pulang – Leila S. Chudori

 Berikut adalah identitas buku Pulang karya Leila S. Chudori:

  • Judul: Pulang

  • Pengarang: Leila S. Chudori

  • Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

  • Tahun Terbit: 2012

  • Jumlah Halaman: 496 halaman

  • Genre: Fiksi, Sejarah, Sastra Indonesia

  • ISBN: 978-979-91-3566-7

Pulang adalah novel karya Leila S. Chudori yang mengisahkan perjalanan hidup seorang jurnalis Indonesia, Dimas Suryo, yang harus menghadapi kenyataan pahit dalam menjalani hidup setelah konflik politik yang terjadi di Indonesia. Buku ini menggambarkan kisah tentang diaspora Indonesia yang terlantar di luar negeri, khususnya mereka yang terlibat dalam Gerakan 30 September (G30S) dan harus hidup dalam pengasingan di luar negeri.

Novel ini menggabungkan kisah cinta, kehilangan, dan perjuangan untuk menemukan kembali jati diri, serta bagaimana tokoh utama berusaha mencari kembali tanah airnya. Melalui narasi yang mendalam, Leila mengangkat tema sejarah yang sensitif dengan cara yang menyentuh, penuh emosi, dan sangat relevan dengan konteks politik Indonesia pada masa Orde Baru.


Kelebihan:

  1. Penggambaran Sejarah yang Kuat: Buku ini dengan sangat kuat menggambarkan realitas sejarah Indonesia, terutama yang berhubungan dengan peristiwa G30S dan dampaknya terhadap kehidupan para korban yang harus hidup dalam pengasingan. Leila S. Chudori berhasil mengangkat perasaan dan pengalaman pribadi di balik tragedi sejarah yang berpengaruh besar.

  2. Cerita yang Mengharukan dan Menyentuh: Kisah dalam Pulang penuh dengan emosi, terutama dalam menggambarkan perasaan tokoh yang terpisah jauh dari tanah airnya. Hubungan keluarga, cinta, dan kehilangan sangat terasa kuat dalam narasi, sehingga pembaca bisa merasakan kesedihan dan harapan yang dialami oleh para tokoh.

  3. Karakter yang Mendalam dan Kompleks: Leila berhasil menciptakan karakter-karakter yang mendalam dan realistis. Dimas Suryo, sebagai tokoh utama, digambarkan dengan sangat kompleks, yang memiliki perjuangan pribadi, perasaan terjebak dalam masa lalu, dan kesulitan dalam beradaptasi dengan kenyataan baru.

  4. Mengangkat Isu Sosial dan Politik: Pulang berhasil mengangkat isu sosial dan politik Indonesia pada masa Orde Baru dengan cara yang humanis. Buku ini mengajak pembaca untuk merenung tentang trauma kolektif bangsa Indonesia dan bagaimana masa lalu yang penuh kekerasan bisa memengaruhi generasi selanjutnya.

  5. Gaya Penulisan yang Penuh Nuansa: Gaya penulisan Leila S. Chudori yang mengalir dan penuh nuansa menjadikan novel ini tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan kedalaman intelektual yang membuat pembaca berpikir tentang hubungan antara politik, sejarah, dan identitas pribadi.


Kekurangan:

  1. Alur yang Lambat di Beberapa Bagian: Beberapa pembaca mungkin merasa bahwa alur cerita dalam buku ini berjalan cukup lambat pada beberapa bagian. Beberapa bab yang penuh dengan refleksi dan narasi panjang bisa terasa berat dan membosankan, terutama bagi mereka yang mengharapkan ketegangan atau aksi lebih sering.

  2. Ceritanya Terkadang Terlalu Rumit: Karena buku ini menggabungkan banyak lapisan cerita dan latar belakang sejarah yang mendalam, pembaca yang tidak terlalu familiar dengan konteks sejarah Indonesia atau Gerakan 30 September mungkin akan merasa sedikit kebingungan dengan beberapa detail atau karakter yang muncul.

  3. Fokus pada Karakter Tertentu: Pulang lebih berfokus pada tokoh utama, Dimas Suryo, dan pengalamannya. Beberapa pembaca yang menginginkan perkembangan cerita dari perspektif karakter lain atau plot yang lebih beragam mungkin merasa bahwa novel ini kurang mengeksplorasi tokoh lainnya dengan seimbang.

  4. Memerlukan Pemahaman Sejarah yang Kuat: Untuk memahami sepenuhnya makna dari novel ini, pembaca yang tidak memiliki latar belakang sejarah Indonesia mungkin merasa sedikit kesulitan atau kehilangan beberapa makna mendalam dari kisah yang disampaikan. Buku ini cukup berisi referensi dan latar belakang sejarah yang kuat.


Secara keseluruhan, Pulang adalah novel yang sangat kuat dan mengesankan, yang tidak hanya menawarkan cerita pribadi yang emosional, tetapi juga menggali dalam sejarah Indonesia yang penuh tragedi. Leila S. Chudori berhasil merangkai narasi yang penuh dengan perasaan, menceritakan kisah tentang kehilangan, pengasingan, dan pencarian kembali jati diri di tengah gelombang sejarah yang kompleks. Meskipun ada beberapa kekurangan, terutama dalam hal alur yang lambat dan kebutuhan pemahaman sejarah, buku ini tetap menjadi bacaan yang sangat relevan dan penting bagi siapa saja yang ingin lebih mendalami sejarah Indonesia melalui perspektif yang lebih personal.

RESENSI BUKU Tiga dalam Kayu: Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie.

 Berikut adalah identitas buku Tiga dalam Kayu karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie:

  • Judul: Tiga dalam Kayu

  • Pengarang: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

  • Penerbit: Bentang Pustaka

  • Tahun Terbit: 2020

  • Jumlah Halaman: 300 halaman (tergantung edisi)

  • Genre: Fiksi, Sastra Indonesia

  • ISBN: 978-602-437-678-4

“Tiga dalam Kayu” adalah novel yang ditulis oleh Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, seorang penulis muda yang terkenal dengan gaya penulisan eksperimental dan filosofis. Buku ini mengisahkan perjalanan tiga karakter yang terhubung oleh sebuah peristiwa yang tampaknya sederhana, namun memiliki makna yang sangat dalam bagi masing-masing tokoh. Dengan latar belakang yang ambigu dan narasi yang tidak linear, Tiga dalam Kayu mengajak pembaca untuk merenung tentang arti kehidupan, hubungan antarmanusia, dan pencarian makna dalam situasi yang absurd.

Dalam buku ini, kayu bukan hanya sebagai objek fisik, tetapi juga sebagai simbol dari sesuatu yang lebih dalam—baik itu ingatan, luka, atau harapan. Pembaca akan dibawa ke dalam alur cerita yang penuh dengan teka-teki, serta pertanyaan tentang eksistensi dan tempat seseorang dalam dunia yang penuh dengan kontradiksi dan ketidakpastian.


Kelebihan:

  1. Eksperimen Naratif yang Menarik: Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie dikenal dengan gaya penulisan eksperimental yang unik dan berani. Tiga dalam Kayu memperkenalkan pendekatan naratif yang berbeda, dengan cerita yang tidak terstruktur secara linear, sehingga memberikan pengalaman membaca yang penuh teka-teki dan memicu rasa ingin tahu.

  2. Mengangkat Tema Filosofis yang Dalam: Buku ini menggali tema-tema besar dalam kehidupan manusia, seperti pencarian makna, eksistensi, dan hubungan antar manusia. Pendekatan yang lebih filosofis dan introspektif membuat buku ini sangat menarik bagi pembaca yang suka merenung dan mencari pemahaman lebih dalam tentang kehidupan.

  3. Karakter yang Kompleks dan Memikat: Karakter-karakter dalam buku ini digambarkan dengan sangat kompleks dan penuh nuansa. Mereka memiliki kedalaman psikologis yang membuat pembaca bisa merasa terhubung dan memahami perjuangan mereka untuk menemukan tempat mereka di dunia.

  4. Gaya Penulisan yang Unik: Penulis menggunakan bahasa yang penuh dengan metafora dan simbolisme, menciptakan suasana yang misterius dan penuh makna. Gaya penulisannya yang tidak konvensional memberikan warna tersendiri bagi dunia sastra Indonesia, menjadikannya sebagai bacaan yang tidak mudah dilupakan.

  5. Penuh dengan Teka-Teki dan Simbolisme: Setiap elemen dalam cerita memiliki makna yang lebih dalam. Pembaca akan diajak untuk menemukan hubungan antara simbolisme kayu, tiga karakter, dan berbagai lapisan makna yang tersembunyi dalam cerita. Ini memberikan pembaca tantangan intelektual yang menarik.


Kekurangan:

  1. Alur yang Membingungkan: Karena penggunaan narasi yang tidak linear dan penuh teka-teki, beberapa pembaca mungkin merasa kebingungan dengan alur cerita yang terkadang tampak tidak jelas atau sulit diikuti. Buku ini memang membutuhkan konsentrasi lebih untuk bisa menghubungkan berbagai potongan cerita yang tersebar.

  2. Terlalu Banyak Simbolisme yang Membuatnya Sulit Dipahami: Meskipun simbolisme dan metafora adalah kelebihan buku ini, ada kemungkinan bahwa pembaca yang tidak terbiasa dengan gaya penulisan seperti ini akan merasa kesulitan untuk menginterpretasikan makna yang lebih dalam, atau merasa bahwa ceritanya terlalu abstrak.

  3. Pendekatan yang Terkadang Terlalu Berat: Tema-tema filosofis dan eksistensial yang diangkat dalam Tiga dalam Kayu bisa terasa terlalu berat dan serius, terutama bagi pembaca yang mencari bacaan ringan atau hiburan. Buku ini lebih cocok untuk pembaca yang mencari pengalaman literasi yang lebih dalam dan menantang.

  4. Terlalu Fokus pada Pemikiran Abstrak: Buku ini lebih berfokus pada pemikiran dan refleksi abstrak daripada perkembangan cerita atau karakter yang konkret. Pembaca yang lebih menyukai alur cerita yang lebih jelas atau perkembangan tokoh yang lebih terstruktur mungkin merasa bahwa buku ini kurang memadai dalam hal tersebut.


Secara keseluruhan, Tiga dalam Kayu adalah sebuah karya sastra yang berani dan unik, penuh dengan eksperimen naratif dan penggalian filosofis. Meskipun mungkin tidak untuk semua orang karena alurnya yang tidak konvensional dan penuh simbolisme, buku ini menawarkan pengalaman membaca yang mendalam dan penuh refleksi. Bagi pembaca yang menyukai karya sastra yang penuh teka-teki dan ingin merenung tentang makna hidup dan eksistensi, buku ini bisa menjadi bacaan yang sangat memuaskan.