Identitas Buku
Judul: Entrok
Penulis: Okky Madasari
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2010
Cetakan Awal: 2010
ISBN: 978-979-22-5897-6
Tebal Buku: ±288 halaman
Genre: Novel sastra, realisme sosial, sejarah
Sinopsis
Entrok mengisahkan kehidupan Marni, seorang perempuan desa di Jawa pada masa Orde Baru. Sejak kecil, Marni hidup dalam kemiskinan dan ketidakadilan. Ia memiliki keinginan sederhana: membeli entrok (kutang), sesuatu yang dianggap mewah bagi keluarganya. Keinginan kecil itu justru menjadi simbol awal perjuangan Marni melawan kemiskinan dan keterbatasan hidup.
Dengan kerja keras dan tekad kuat, Marni perlahan mengubah nasibnya. Ia menjadi perempuan mandiri dan berhasil secara ekonomi. Namun, keberhasilannya justru membawa Marni berhadapan dengan kekuasaan, aparat negara, dan tekanan politik yang menindas rakyat kecil. Ia dipaksa membayar “keamanan”, tunduk pada aparat, dan menerima ketidakadilan tanpa bisa melawan.
Kisah kemudian berlanjut melalui sudut pandang Rahayu, anak Marni, yang tumbuh dengan pemikiran lebih kritis, idealis, dan berpendidikan. Rahayu mempertanyakan praktik ketidakadilan, kekerasan negara, serta konflik antara kepercayaan tradisional dan agama. Perbedaan pandangan antara ibu dan anak ini memperlihatkan benturan nilai, generasi, dan cara memandang kekuasaan.
Resensi / Ulasan
Entrok adalah novel yang kuat dalam menggambarkan penindasan struktural, terutama terhadap perempuan dan masyarakat kecil di era Orde Baru. Okky Madasari menghadirkan cerita dengan bahasa sederhana namun tajam, sehingga penderitaan tokoh terasa nyata dan menyentuh.
Kekuatan utama novel ini terletak pada:
- Penggambaran tokoh perempuan yang kuat dan realistis
- Kritik sosial dan politik yang berani terhadap kekuasaan negara
- Konflik generasi antara Marni dan Rahayu yang menggambarkan perubahan cara berpikir masyarakat
- Simbol entrok sendiri menjadi metafora yang cerdas: sesuatu yang tampak sepele, tetapi menyimpan makna tentang martabat, kebutuhan, dan perjuangan hidup perempuan.
- Namun, bagi sebagian pembaca, alur cerita terasa berat karena sarat kritik sosial dan tidak berfokus pada romantisasi cerita. Meski demikian, hal inilah yang justru menjadi nilai sastra kuat dari novel ini.
Tema Utama
- Ketidakadilan sosial
- Kekuasaan dan penindasan negara
- Perjuangan perempuan
- Benturan tradisi, agama, dan modernitas
- Dampak politik pada kehidupan rakyat kecil
Kesimpulan
Entrok merupakan novel penting dalam sastra Indonesia modern yang membuka mata pembaca tentang realitas pahit sejarah, kekuasaan, dan perjuangan perempuan. Buku ini tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga refleksi mendalam tentang kemanusiaan dan keberanian untuk bertahan di tengah ketidakadilan.